JUAL ALAT PENGHEMAT LISTRIK

Dapat Duit hanya klik iklan

DUIT BUX

NEO BUX

KLIK ASET

Minggu, 04 Januari 2015

Lem Dextone

Lem Besi Dextone 5 menit
Merekat kuat pada besi, keramik, kayu, kaca aluminium, besi Isi 48 gr teridiri dari 2 bagian (Epoxi Resin 24 gr + Hardener 24 gr) Lem mulai mengeras dalam 5 Menit ( 3 jam kemudian dapat digunakan, 16 jam untuk kekuatan rekatan yang maksimal)
Rp 9.000 Add to Cart
Quantity: AVAILABLE

Rabu, 18 Agustus 2010

Gejala kerusakan REM Mobil

Gejala kerusakan rem mobil
Kenali gejala kerusakan pada rem mobil anda.
Piranti ini sangatlah penting sekali, ibarat kata pepatah sedia payung sebelum hujan, jangan sampai menyesal kemudian. Ada beberapa gejala yang bisa dijadikan patokan menurunnya kemampuan rem. Coba perhatikan sambil mengemudi. Berikut gejala kerusakan pada rem:

1. Getar. Pada saat diinjak terasa getaran pada pedal rem dan makin parah ketika ditekan pada kecepatan tinggi. Hati-hati!  Hal ini disebabkan oleh permukaan disc brake atau tromol rem yang sudah tidak rata lagi. Cara mengatasinya  adalah dengan mencoba bubut cakram atau tromol. Biasanya pembubutan dilakukan mulai dari ketebalan 0.5-1.5mm yang dianggap aman. Biaya bubutnya pun bervariasi antara Rp 100-300 ribu. Akan tetapi kalau kondisinya memang sudah parah atau goresan pada permukaannya sudah terlalu dalam, lebih baik mengganti komponennya. Lebih baik kita mengeluarkan uang ratusan ribu dari pada nyawa kita terancam akibat rem tidak berfungsi.

2. Mbagel. Maksudnya adalah injakan terasa berat atau keras dan kadang mengeluarkan bunyi mendesis. Pada umumnya mobil modern sudah menggunakan booster untuk memperingan injakan pedal. Kalau berat berarti permasalahan ada di bagian Booster. Umumnya karena karet membran booster sudah rusak

3. Tidak Pakem. Gejalanya terkadang mobil anda ketika direm masih membutuhkan waktu berapa meter untuk berhenti. Penyebabnya bisa karena kampas rem sudah tipis dan lapisan asbesnya sudah berkurang (Atasi dengan mengganti kampas rem dengan yang baru segera supaya piringan atau teromol tidak terkikis) atau piston rem yang sudah macet (selidiki setiap roda dan bagian mana saja yang sudah apkir)

4. Lari Kiri Atau Kanan. Hal ini disebabkan karena piston rem salah satu roda macet. Bukan karena salah menyetel rem. Mirip seperti Nomor 3 tetapi hanya terjadi pada salah satu sisi. Misalnya Piston rem depan kiri macet. Saat pedal diinjak maka rem kanan yang lebih kuat mencengkeram. Otomatis mobil akan membuang ke kanan.

5. Rem Dalam. Hal ini disebabkan karena kampas rem sudah tipis. Kemungkinan juga terjadi gejala nomor 2. Wajar saja karena gap atau antara kampas dan permukaan piringan atau teromol bertambah, pasti perlu jarak lebih untuk menginjak pedal rem. Lalu kalau sudah ganti kampas masih dalam juga gimana? Ya..itu hanya tinggal setelannya saja yang perlu di lakukan, mungkin ketinggian.

6. Rem Dikocok/Dipompa. Kemungkinan ada yang bocor sehingga minyak rem berkurang dan kemasukan angin. Coba cek kebocoran mulai dari master atas, slang sampai master bawah atau kaliper rem. Rembesannya pasti kelihatan. Segeralah Anda perbaiki melalui langkah bleeding untuk mengeluarkan angin palsu.

7. Pedal Ngelos atau Nyeplos.  Cek juga kebocoran Minyak rem jika habis, berarti rem invalid. Kadang juga tidak ada kebocoran, kalau begitu master atas sudah menggentong. Maksudnya, meski karet dan piston masih bagus, silinder sudah termakan sehingga membentuk celah buat minyak rem untuk menerobos keluar. Segera ganti master silindernya, masalh pasti teratasi.

Rabu, 04 Agustus 2010

Tips Merawat Rem

YANG perlu diperhatikan bahwa Rem merupakan komponen utama, service hanya boleh dilakukan oleh orang yang berpengalaman dibidangnya, kesalahan melakukan servis dapat mengakibatkan kecelakaan bahkan kematian.
Berikut tips untuk perawatan Rem  
  1. Kuras sistem rem setiap 30.000 km atau 2 tahun sekali
  2. Perhatikan warna minyak rem, warna minyak rem biasanya ada 2 yaitu bening dan merah, bila sudah kotor atau berubah warna kuras dan ganti dengan yang baru
  3. Periksa selang flexible rem jika keras, getas, retak kecil ganti dengan yang baru
  4. Cek kondisi kanvas rem setiap 10.000 km, Ganti jika tipis, dan bersihkan bila perlu
  5. Bagi para pengguna mobil matic, biasakan pada saat berhenti untuk menetralkan transmisi untuk mengurangi beban rem dan juga kanvas transmisi
  6. Pada saat melewati jalan yang banjir untuk pengguna rem tromol, pastikan kerja rem normal kembali dengan cara menekan pedal rem beberapa saat sesering mungkin
  7. Pada saat jalan yang menurun gunakan Engine brake (gigi rendah) untuk membantu kinerja rem
  8. Jangan melakukan pengereman mendadak jika tidak terpaksa
  9. Hindari untuk menginjak pedal rem pada saat berhenti di perempatan atau lampu merah, kebiasaan ini mengakibatka piringan cakram atau tromol menjadi panas, disamping itu proses pendinginan piringan cakram atau tromol juga akan terganggu.

Senin, 02 Agustus 2010

Tips Menghemat Kanvas kopling

Kanvas Kopling (Clutch disc) biasanya mempunyai umur 4 tahun atau sekitar 40.000 km untuk pemakain normal. Tapi kebanyakan orang menganggap bahwa usia ini terlalu lama untuk suatu kendaraan, bagaimana dengan kendaraan anda?
Jika rata-rata pemakaian kendaraan kita setiap tahunnya 10.000km maka dibutuhkan 4 tahun untuk pergantian kopling. Tetapi kenapa masih banyak orang menganti kanvas kopling sebelum 40.000km bahkan 30.000 km?
Faktor penyebabnya adalah karena kebanyakan orang salah dalam cara mengemudi, bukan semata-mata karena kualitas kanvas kopling yang jelek.

Berikut kesalahan-kesalahan kecil yang sering terjadi bagi pengemudi tanpa kita sadari
  • Menekan pedal kopling (setengah kopling) pada saat lampu merah yang jalannya sedikit menanjak, tau pada saat jalanan macet. Sebaiknya lakukan dengan rem tangan dan netralkan persneling.
  • Kaki yang selalu stand by berada diatas pedal kopling walaupun mobil dalam keadaan berjalan. Tanpa kita sadari tekanan kaki kita pada pedal kopling mengakibatkan sedikit terjadi gesekan pada kanvas kopling. Maka sebaiknya posisi kaki tidak berada diatas pedal kopling pada saat mobil berjalan normal. Lakukan penginjakan pedal kopling pada saat diperlukan saja.
  • Lakukan injakan pedal kopling dan perpindahan gigi sehalus mungkin, jangan melepaskan pedal kopling secara mendadak. Misalnya perpindahan gigi 1 ke 2 dst. atau pada saat menurunkan gigi dari gigi 5 ke 4 dst.
  • Jangan menggunakan gigi tinggi 3 atau 4  pada kecepatan rendah misal 30km/jam. Gunakanlah gigi transmisi sesuai dengan kecepatannya yang tercantum pada buku manual.
Kalau kita ingin kanvas kopling kita awet maka kebiasaan kecil diatas harus perlahan-lahan kita hindari. Kebanyakan orang khususnya yang tidak mengerti mengenai fungsi kanvas kopling, menganggap hal diatas adalah hal yang biasa. Kita harus mengingat Konsep dasar bahwa Kopling digunakan untuk memindahkan daya dari Mesin ke penggerak Roda bukan untuk menahan beban kendaraan.

Minggu, 01 Agustus 2010

Cara Menyimpan Mobil yang jarang dipakai

Bagaimana cara menyimpan mobil apabila mobil kesayangn anda jarang dipakai mungkin 1 bulan, atau anda mempunyai mobil antik yang jarang dipakai.
Berikut tips-nya
  1. Isi Bensin sampai penuh, maksudnya agar tidak terjadi kondensasi pada tangki yang menyebabkan korosi pada tangki
  2. Cuci Mobil, beri oli pada bagian bawah oli agar tidak karatan setelah itu tutup mobil dengan plastik yang dijual di bengkel aksesoris mobil, poles mobil bila perlu untuk melindungi catnya.
  3. Jangan gunakan Rem Tangan, untuk menghindari macetnya rem tangan akibat korosi yang terjadi akibat kontak yang terlalu lama.
  4. Gunakan Jack Stand untuk menghindari beban mobil yang bertumpu pada pelek dan ban.
  5. Cabut Kabel Negatif (-)Aki/  Baterai, agar tidak ada arus yang mengalir selama mobil tidak di pakai, Bila perlu setrum kembali aki jika mobil ingin digunakan.
  6. Tutup ujung Lubang Knalpot agar tidak ada partikel asing yang masuk kedalam mobil, mungkin tikus atau benda lainnya. 

Selasa, 22 September 2009

Oli Mesin

PILIH OLI SINTETIK ATAU MINERAL

Saat memilih oli perhatikan spesifikasinya pada mesin. Oli yang dijual dipasaran biasanya sudah ditentukan type SAE dan API servicenya, juga keterangan apakah mineral atau sintetik Biasanya keterangan untuk jenis oli yang digunakan juga tercantum pada tutup pengisian oli, buku pedoman atau stiker dibalik kap mesin.

OLI MINERAL.
Penggunaan oli mineral biasanya dipakai pada mobil keluaran lama, tapi mobil baru juga boleh menggunakan jenis ini. Tapi umur pemakaian untuk oli jenis mineral umumnya pendek, dibatasi sampai maksimum 5000 km. Jika digunakan lebih dari itu biasanya akan menimbulkan kerak atau pengerasan karbon pada jalur oli dalam mesin.

Misal pada oli multigrade 10W-40, angka SAE 40 menandakan oli akan menahan kekentalannya pada suhu panas diangka 40, sementara paling encer pada angka 10 (saat mesin mulai dihidupkan dari keadaan dingin). Umumnya spesifikasi oli 10W-40 lebih banyak dipakai oleh mesin generasi baru dibanding dengan spesifikasi 20W-50.

Perhatikan juga API servicenya ( biasanya dengan urutan abjad setelah huruf S ) sesuai dengan tahun pembutan mobil. Semakin tinggi abjad biasanya digunakan pada mobil semakin ‘muda’. Misalnya API service SJ dapat dipergunakan pada mobil keluaran tahun 2001 dan sebelumnya. Jadi semakin tinggi urutan huruf menandakan semakin baik juga standar kualitas olinya.


OLI SINTETIK
Penggunaan oli sintetis biasanya berumur pakai lebih lama, sebab titik pemecahan (thermal breakdown) relative lebih tinggi dan tidak mudah mengalami proses oksidasi berlebih. Selain itu terdapat juga komponen aditifnya yang mebuat pelumas lebih stabil dan ketahanan terhadap gesekan lebih lama. Dan so pasti harganya juga lebih mahal dibanding oli mineral.

Buat oli sintetik bahan dasarnya sudah tidak diolah dari minyak bumi lagi atau tak ada campuran oli mineral. Sedangkan untuk oli semi sintetik umumnya dicampur oli mineral hingga 70 persen.

Pemakaian oli tentunya tergantung kepada pemakaian kendaraan itu sendiri. Semakin berat medan yang dilalui sehari-hari, sebaiknya perhatikan jangka waktu pemakain olinya. Lebih berat lebih cepat juga penggantian olinya. Begitu juga kondisi jalan yang selalu macet dapat mempercepat penggantian oli. 


Berikut kelebihan Oli Sintetis dibanding Oli Mineral 
  • Lebih Stabil pada Temperatur tinggi
  • Mengontrol / Mencegah terjadinya Endapan Karbon Pada Mesin
  • Sirkulasi lebih lancar pada waktu start pagi hari/ Cuaca dingin
  • Melumasi dan melapisi Metal lebih baik dan mencegah terjadinya gesekan antar logam yang berakibat kerusakan mesin
  • Tahan terhadap perubahan/ Oksidasi sehingga lebih tahan lama sehingga lebih ekonomis dan efisien
  • Mengurangi terjadinya gesekan, meningkatkan tenaga dan mesin lebih dingin
  • Mengandung deterjen yang lebih baik untuk membersihkan kerak pada mesin

Tip Mengganti oli Mineral ke Sintetis

Bagi yang biasa menggunakan oli mineral dapat mengganti olinya dengan oli sintetis.
Sebelum diganti perhatikan dulu kualitas oli mineral yang dipakai selama ini apakah yang berkualitas atau yang biasa-biasa aja. Dan harus diperhatikan juga apakah selama menggunakan kendaraan rutin mengganti oli sesuai dengan lifetimenya.

Jika memakai oli mineral yang bermutu dan melakukan pergantian secara periodik maka tinggal bilas oli lama dengan angin yang bertekanan tinggi melalui tutup pengisian oli pada dapur pacu, dan biarkan sisa oli keluar melalui pembuangan. Jangan lupa untuk mengganti Oil Filter karena sisa oli lama biasanya masih tertinggal didalam oil filter.

Jika oli mineral yang dipakai berkualitas rendah dan sering lalai mengganti oli maka diperlukan cairan pembilas ruang mesin (Engine Flush). Biasanya terjadi penumpukan kerak yang berlebihan pada ruang mesin yang sangat berbahaya bagi komponen didalamnya. Apabila langsung diganti dengan oli sintetis dikhawatirkan lapisan kerak tersebut akan rontok dikarenakan oli sintetis mengandung detergen yang dapat merontokan kerak tersebut, dan dapat meyebabkan penyumbatan pada ruang mesin dan mesin tidak bekerja dengan maksimal.

Campurkan Engine Flush kedalam oli yang lama, lalu hidupkan mesin dan diamkan kira-kira 15-20 menit (jangan menjalankan kendaraan). Lalu buang oli dan semprotkan dengan angin bertekanan tinggi. Jangan Lupa Oil Filter juga diganti. Setelah itu baru Oli diganti dengan yang sintetis.

Rabu, 16 September 2009

MESIN

PELUMAS MESIN (OLI MESIN)

Oli mesin berperan layaknya darah yang mengalir dalam tubuh kita. Jenisnya terbagi 2 yaitu Syntetis dan Mineral atau perpaduan keduanya.
Biasanya setiap mobil baru selalu dicantumkan spek olinya. Oleh karena itu selalu sesuaikan jenis oli dengan spek mesin.


Untuk Mobil keluaran lama sekitar tahun 80-an cukup pakai SAE 20W-50, atau 15W-50 dengan API Service SF atau SG.
Untuk mobil sekarang diperlukan oli yang lebih encer dikarenakan teknologinya lebih presisi disbanding mobil lama. Mulai dari SAE 10W-40, 5W-40, 0W-40, 10W-30, 5W-30. atau yang Multi Grade 10W-50 dan 5W-50 selain itu , perhatikan pula teknologi lain yang diusung, seperti i-VTEC, VVT-I, MIVEC atau GDI (Gasoline Direct Injection), jangan sampai pakai oli yang punya API Service dibawah SJ.

Beberapa ketentuan mengenai OLI

SAE = Society of Automotive Engineers, adalah standar kekentalan untuk pelumas otomotif.
API Service Merupakan klasifikasi KUALITAS dan SERVICE dari API (American Petroleum Institute)

  1. API, membagi oli menjadi 2 kategori:
    Oli Mesin Bensin dimulai dengan huruf “S” (Service station /Spark Plug Ignitation Engine)Oli Mesin Diesel dimulai dengan huruf “C” (Commercial Fleet / Compression Engine
  2. Huruf PETAMA (S maupun C) diikuti huruf KEDUA yang menunjukkan tahun pembuatan mesin dan dimulai dari huruf A (Mulai tahun 1950-an) dan seterusnya. Contoh : SA, SB, SC…SF…SG…SH…SJ…SL…SM,
    CA…….CD,CS,CF,CF2,CF4CG,CG4,CH,CH4,CL
  3. Ketentuan PERTAMA :
    Oli Mesin Bensin TIDAK BOLEH DIPAKAI untuk Mesin Diesel, tetapi oli Mesin Diesel BOLEH DIPAKAI untuk Mesin Bensin. Alasannya: Mesin Diesel berbahan baker SOLAR yang mengandung ASAM dan bila bercampur (dalam bentuk Blow By Gas) dengan oli mesin bisa merusak oli. Untuk itu kedalam oli mesin Diesel ditambahkan TBN (Total Base Number) yaitu sejumlah aditif BASA yang bisa menetralisir ASAM. TBN TIDAK TERDAPAT didalam Oli Mesin Bensin.
  4. Kecuali dituliskan Kombinasi –nya yaitu misalkan : SJ/CF yang berarti : khususnya oli mesin bensin (mencakup API SA sampai SJ) tetapi bisa juga digunakan untuk mesin diesel (s.d API CF saja)
  5. Ketentuan KEDUA
    Gunakan API Service dengan tingkatan yang SAMA atau LEBIH TINGGI dari ketentuan pabrik pembuat mesinnya PABRIK JANGAN LEBIH RENDAH dari ketentuannya. Misalkan bila ditentukan API Service SF/CF untuk mesin tertentu maka oli yang akan digunakan harus sama dengan SF/CF atau lebih tinggi (SG/CG dan seterusnya)